STOP
Diskriminasi Terhadap Pasien TB!; Hindari Penyakit TB Bukan Orangnya.
Tak ada orang di dunia ini yang ingin sakit. Apalagi
sampai mengidap penyakit mematikan seperti TB (Tuberkulosis). TB (goo.gl/Ax2fn5) yang
disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tubercolosis ini adalah salah satu penyakit
yang cukup banyak menelan korban jiwa di dunia. Indonesia sendiri berada di
peringkat ke empat dengan jumlah TB terbanyak di dunia setelah India, China dan
Afrika Selatan. TB semakin berbahaya karena sifatnya yang menular apalagi sering
kali seseorang tidak diketahui sudah menderita TB (terbuka) dan telah
menularkannya pada orang-orang di sekitarnya sebelum penyakitnya terdeteksi.
Oleh sebab itu tak jarang pasien TB mengalami ‘diskriminasi’ dari orang-orang
disekitarnya karena takut tertular.
Ada banyak kesalafahaman mengenai
daya penularan penyakit TB. Umumnya ada anggapan bahwa TB bersifat sangat
menular, tetapi pada hakikatnya bahaya infeksi relatif tidak begitu besar dan
dapat disamakan dengan penularan pada penyakit infeksi saluran pernapasan
lainnya, seperti selesma dan influenza.
Kembali
pada judul ‘Stop Diskriminasi Terhadap
Pasien TB; Hindari penyakit TB Bukan Orangnya’ . Jangan sampai anda
mendiskriminasikan seseorang yang mengidap penyakit TB tersebut semata-mata
karena takut tertular. Siapapun orang nya atau apapun penyakitnya akan
terdorong untuk sembuh dan sehat secara spikologis apabila di dukung oleh
orang-orang yang mencintai nya. Dengan belajar atau mengetahui lebih banyak
lagi tentang bagaimana cara agar tidak tertular penyakit TB, anda di harapkan
mampu untuk menentukan sikap dalam menghadapi seseorang yang mengidap penyakit
TB.
Berikut
ini adalah beberapa cara menghindari penularan penyakit TB:
Pasien TB di haruskan menggunakan
masker, sapu tangan, atau kertas tissue untuk kemudian di desinfeksi dengan
lysol atau dibakar. Jika penderita berbicara, jangan terlampau dekat dengan
lawan bicaranya. Ventilasi yang baik dari ruangan juga memperkecil bahaya
penularan. sedangkan untuk anak-anak dibawah usia satu tahun dari keluarga yang
menderita TB perlu divaksinasi BCG sebagai pencegahan, bersamaan dengan
pemberian isoniazid 5-10 mg/kg selama 6 bulan (komoprofilaksis).
Apakah
TB bisa di sembukan? Tentu bisa apabila:
1. Pengobatan
harus teratur dan disiplin.
2. Saat
ini obat TB sudah tersedia hingga ke tingkat puskesmas dan gratis. Obat ini terbukti
ampuh dalam mengobati TB. Tapi bekas TB tidak bisa dihilangkan. Sama seperti
bekas luka parut di kulit yang timbul setiap kali ada luka dan berarti bahwa
anda sudah sembuh, begitu pula dengan TB. Bekas di paru timbul akibat
penyembuhan jaringan paru yang terinfeksi sehingga menimbulkan bekas parut di
paru yang tampak di rontgen.
3. Bekas
ini tidak bisa dihilangkan, tapi hasil inilah yang membuat dokter yakin anda
sudah sembuh.
Referensi:
id.wikipedia.org
Salam Sehat J semoga tulisan ini dapat bermanfaat.
