Jumat, 11 Juli 2014

Hentikan Diskriminasi Terhadap Pasien TB!

STOP Diskriminasi Terhadap Pasien TB!; Hindari Penyakit TB Bukan Orangnya.






   Tak ada orang di dunia ini yang ingin sakit. Apalagi sampai mengidap penyakit mematikan seperti TB (Tuberkulosis). TB (goo.gl/Ax2fn5yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tubercolosis ini adalah salah satu penyakit yang cukup banyak menelan korban jiwa di dunia. Indonesia sendiri berada di peringkat ke empat dengan jumlah TB terbanyak di dunia setelah India, China dan Afrika Selatan. TB semakin berbahaya karena sifatnya yang menular apalagi sering kali seseorang tidak diketahui sudah menderita TB (terbuka) dan telah menularkannya pada orang-orang di sekitarnya sebelum penyakitnya terdeteksi. Oleh sebab itu tak jarang pasien TB mengalami ‘diskriminasi’ dari orang-orang disekitarnya karena takut tertular.

   Ada banyak kesalafahaman mengenai daya penularan penyakit TB. Umumnya ada anggapan bahwa TB bersifat sangat menular, tetapi pada hakikatnya bahaya infeksi relatif tidak begitu besar dan dapat disamakan dengan penularan pada penyakit infeksi saluran pernapasan lainnya, seperti selesma dan influenza.

   Kembali pada judul ‘Stop Diskriminasi Terhadap Pasien TB; Hindari penyakit TB Bukan Orangnya’ . Jangan sampai anda mendiskriminasikan seseorang yang mengidap penyakit TB tersebut semata-mata karena takut tertular. Siapapun orang nya atau apapun penyakitnya akan terdorong untuk sembuh dan sehat secara spikologis apabila di dukung oleh orang-orang yang mencintai nya. Dengan belajar atau mengetahui lebih banyak lagi tentang bagaimana cara agar tidak tertular penyakit TB, anda di harapkan mampu untuk menentukan sikap dalam menghadapi seseorang yang mengidap penyakit TB.

Berikut ini adalah beberapa cara menghindari penularan penyakit TB:

   Pasien TB di haruskan menggunakan masker, sapu tangan, atau kertas tissue untuk kemudian di desinfeksi dengan lysol atau dibakar. Jika penderita berbicara, jangan terlampau dekat dengan lawan bicaranya. Ventilasi yang baik dari ruangan juga memperkecil bahaya penularan. sedangkan untuk anak-anak dibawah usia satu tahun dari keluarga yang menderita TB perlu divaksinasi BCG sebagai pencegahan, bersamaan dengan pemberian isoniazid 5-10 mg/kg selama 6 bulan (komoprofilaksis).

   Apakah TB bisa di sembukan? Tentu bisa apabila:
1.      Pengobatan harus teratur dan disiplin.
2.      Saat ini obat TB sudah tersedia hingga ke tingkat puskesmas dan gratis. Obat ini terbukti ampuh dalam mengobati TB. Tapi bekas TB tidak bisa dihilangkan. Sama seperti bekas luka parut di kulit yang timbul setiap kali ada luka dan berarti bahwa anda sudah sembuh, begitu pula dengan TB. Bekas di paru timbul akibat penyembuhan jaringan paru yang terinfeksi sehingga menimbulkan bekas parut di paru yang tampak di rontgen.
3.      Bekas ini tidak bisa dihilangkan, tapi hasil inilah yang membuat dokter yakin anda sudah sembuh.



Referensi:
id.wikipedia.org

Salam Sehat
J semoga tulisan ini dapat bermanfaat.